Kabar Probolinggo - Lembaga Pendidikan PAUD, RA dan MI dibawah naungan Yayasan Ibrohimiy yang beralamat di Jl. Jambu RT 5,RW 6, Sumberwetan Kedopok Kota Probolinggo, menggelar Acara Haflatul Imtihan atau Kelulusan dan pelepasan siswa secara terpadu di halaman sekolah ( 21/ 6/ 2024 ).
Acara dikemas cukup apik dengan panggung dan tata lampu serta sound sistem yang cukup memadai. Berbagai jenis tarian dengan kostum daerah Tetapi tidak meninggalkan nuansa islami, menjadikan kemasan acara tersebut menarik untuk ditonton. Pergantian acara ke acara berikutnya, sambung menyambung mengalir dengan lancar.
Diantara gemulainya tarian yang dibawakan oleh masing masing kelompok tari, ada acara khusus sholawatan yg dibawakan oleh anak anak RA. Juga tidak ketinggalan seni hadrah yang personilnya terdiri siswa laki laki yang menginjak remaja dari MI. Semuanya terkesan dipersiapkan dengan baik
Pada kesempatan bertemu dengan Ketua Yayasan Ibrohimiy, Ustadz Achmad Sholeh dikediamannya, yang kebetulan berada dilingkungan dekat Madrasah pada Rabu (3/7/2024 ). Ia menyampaikan hal ihwal di dirikannya lembaga pendidikan ini. Bermula dari sebuah pemikiran bahwa di pinggiran selatan kota Probolinggo ini dirasakan jiwa ilmiahnya kurang. Maka, diperlukan adanya lembaga pendidikan yang paling dasar yang dimulai dari PAUD, RA dan MI.
Untuk pembangunan ruang kelas beserta isinya, dana berasal dari swadaya masyarakat dan dilaksanakan secara bertahap.
Ia berharap melalui pendidikan, masyarakat bisa membangun akhlak dan bisa membangun masyarakat yang berilmu. Perlu diketahui, lembaga ini, sama sekali belum pernah mendapat bantuan dari Instansi Pemerintah daerah maupun pusat.
Pada kesempatan yang sama, Ustadz Achmad Shidiq selaku kepala MI mengatakan, bahwa MI ini memiliki keunggulan dalam hal mengaji. Menurutnya, sesuai jamannya anak-anak generasi muda sekarang ini, kurang memahami dan kurang keinginan untuk mengaji.
Mengenai acara Haflatul Imtihan atau kelulusan itu, dukungan masyarakat, orangtua maupun lingkungan serta para guru sangat kompak sekali.
Untuk para guru, Ia berharap bisa mendapatkan tunjangan, serta ada program beasiswa bagi guru yang belum berpendidikan S1.
Pengawas Pembina dari Kemenag Kota Probolinggo, Sayadi, usai memberikan pembinaan berkaitan dengan progam persiapan mengajar, mengatakan, tugas- tugas persiapan yang harus dibuat guru pada awal tahun, serta kelengkapan administrasi mengajar itu kelak apabila tiba saatnya, bisa dipakai untuk mengajukan tunjangan sertifikasi guru.
(* Dekpoer )
Editor : Presta
0 Comments