Banjir mencapai ketinggian kurang lebih satu meter itu melanda sepuluh desa. Desa dengan kondisi terparah terjadi di Desa Jatiurip dan Desa Tanjungsari, kecamatan Krejengan, di mana di beberapa tempat air mencapai setinggi dada orang dewasa.
Desa terdampak banjir di kecamatan Krejengan meliputi Desa Opo-opo, Desa Jatiurip, Desa Patemon, Desa Kamalkuning, Desa Tanjung Sari, dan Desa Krejengan. Di Kecamatan Pajarakan, banjir menerjang tiga desa yakni Desa Ketompen, Desa Selogudig Wetan, dan Selogudig Kulon, sedangkan di Kecamatan Maron luapan banjir menerpa Desa Brani wetan.
Menurut salah seorang warga Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, banjir datang sekira pukul 17.15 WIB pada Senin hingga semalaman baru surut sekira pukul 08.00 WIB pada Selasa pagi.
Luapan banjir itu juga masuk hingga ke area ponpes yg disebelahnya terdapat aliran sungai Pajarakan. Di kawasan sekitar ponpes, air juga masuk ke rumah-rumah penduduk.
Warga setempat bernama Bu Peni yang menempati rumah di sebelah polsek krejengan itu menyampaikan bahwa pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, Ia melihat kendaraan besar bersama mobil polisi melakukan pembersihan jalan.
"Saya melihat pagi tadi sekitar jam 06.00 Wib, saya melihat kendaraan besar bersama mobil polisi membersihkan jalan sepanjang jalan raya Krejengan" katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief Saat dikonfirmasi per telepon, pada Selasa, (11/3/25), mengatakan pihaknya menerima laporan satu orang dikabarkan meninggal dunia diduga terseret banjir
"Korban yang meninggal atas nama Abd Halil (59), warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Korban ditemukan pada malam hari oleh warga setempat," katanya.
"Hari ini kami melakukan asesmen lanjutan karena pada Senin (10/3/25) malam fokus untuk mengevakuasi warga rentan yang terjebak banjir ke tempat yang aman di sejumlah titik," lanjut R. Oemar Sjarief.
Banjir ini juga menimbulkan kerusakan sejumlah infrastruktur, seperti jembatan penghubung antar desa maupun antar rumah warga.
"Saya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem, karena dapat terjadi bencana sewaktu-waktu seperti banjir dan tanah longsor," ujarnya. (*/Deni)
0 Comments