Info Pendidikan: Masa Studi SMK Dirubah dari 3 Tahun Menjadi 4 Tahun Siswa Dipersiapkan Bekerja di Mancanegara


kabarprobolinggo.com – Sebagai upaya mencetak tenaga kerja tamatan Sekolah Menengah Kejuruan yang  terampil, profesional, dan berdaya saing global. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti mempersiapkan perubahan masa studi SMK dari 3 tahun menjadi 4 tahun dengan tujuan membekali tamatan SMK agar siap bekerja di mancanegara terutama bagi SMK yang berperingkat Program Keunggulan (PK). 

"Nanti akan kami desain untuk menjadi SMK yang masa studinya sedikit lebih lama dari SMK yang lainnya. SMK itu kita desain untuk nanti bisa belajar 4 tahun,” ujar Mu'ti dalam siaran di kanal YouTube Kemendikdasmen, sebagaimana dilansir pada, selasa (1/4/2025). 

Merunut sejarah Perjalanan tumbuh kembang Sekolah Kejuruan di Indonesia, Pada tahun 1971 s.d 1973, Pemerintah secara bertahap mendirikan "Proyek Perintis Sekolah Teknologi Menengah  Pembangunan" dengan masa studi 4 tahun. Diantaranya didirikan di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan Ujungpandang yang lebih dikenal dengan sebutan STM Pembangunan. Saat itu SMK berbasis teknologi masih menggunakan label STM dan dipastikan tamatan STM Pembangunan dengan masa studi 4 tahun, memiliki keunggulan dibidang praktek ketrampilan lebih tinggi daripada STM pada umumnya (red).

Untuk persiapan kebijakan ini, kemendikdasmen menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta Kementerian Perlindungan Pekerja Imigran (Kementerian P2MI), Ketiga kementerian tersebut telah sepakat mengadakan perjanjian kerjasama yang ditandatangani Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menaker Yassierli dan  Menteri P2MI Adul Kadir Karding pada Senin (24/3/2025). Mengingat dalam pelaksanaan masa studi 4 tahun tersebut, siswa akan menjalani tiga tahun sekolah umum dan satu tahun persiapan untuk bekerja di luar negeri. 

Pada saat itu Abdul Mu'ti juga menyampaikan perjanjian kerjasama itu merupakan tindaklanjut nota kesepahaman yang beberapa waktu yang lalu telah ia tandatangani bersama Kementerian P2MI. 

Sedangkan kerjasama dengan pihak Kemenaker, bahwa dalam pelaksanaan kebijakan kedepan, dibutuhkan praktek lanjutan bagi siswa selama 1 tahun di Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah pengelolaan Kemenaker. Hal ini bertujuan  untuk meningkatkan kemampuan siswa sesuai bidang yang ditekuni di SMK. 

Harapan kedepan, pada kebijakan masa studi 4 tahun ini, siswa tamatan SMK disamping memperoleh ijasah juga mendapatkan serifikat sesuai  dengan program pelatihan yang mereka ikuti di BLK tersebut.(*/Por)


Post a Comment

0 Comments

Info terkini