Pastikan Ketersediaan Pangan, Diperta Lakukan Pengawasan Produksi Telur Ayam Buras

 

Foto: Diperta Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan pengawasan produksi telur pada salah satu CV di Sukapura.

Probolinggo , Kabarprobolinggo.com – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus berupaya memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan melakukan pengawasan terhadap produksi telur ayam ras di CV Arya Agro Wijaya Sukapura dan Kopkar Tongas, Kamis (27/3/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan CV Arya Agro Wijaya Sukapura menjadi salah satu produsen utama telur ayam ras di Kabupaten Probolinggo. Setiap harinya, perusahaan ini mampu menghasilkan sekitar 5 ton telur yang setara dengan 80.000 butir. Sementara itu, Kopkar Tongas mencatat produksi harian sekitar 1,7 ton atau sekitar 26.000 butir telur.

“Hasil produksi tersebut dipasarkan ke berbagai pengepul di wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Dari pengepul, distribusi telur dapat meluas hingga ke luar daerah, tergantung pada permintaan pasar dan harga di wilayah tujuan,” katanya.

Dalam pengawasan kali ini Diperta Kabupaten Probolinggo juga menyoroti pentingnya sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dan sertifikasi halal bagi unit usaha peternakan.

CV Arya Agro Wijaya Sukapura telah memenuhi standar dengan memiliki kedua sertifikasi tersebut. Hal ini menjadikannya salah satu aset penting bagi Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, Kopkar Tongas saat ini masih dalam proses pemenuhan persyaratan untuk mendapatkan sertifikat NKV setelah dilakukan audit.

“Kami berharap dalam waktu dekat, NKV untuk Kopkar Tongas dapat segera diterbitkan sehingga semakin menjamin keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengingatkan bahwa unit usaha seperti CV Arya Agro Wijaya dan Kopkar Tongas harus terus berkoordinasi dengan OPD terkait. Hal ini penting mengingat regulasi dalam industri peternakan dan pangan dapat berubah sewaktu-waktu. “Kami berharap setiap pelaku usaha aktif berkomunikasi dengan dinas agar selalu mengikuti aturan terbaru yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut Niko menambahkan pengawasan seperti ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan, khususnya produk asal hewan di Kabupaten Probolinggo. “Dengan distribusi yang terjaga dan kualitas produk yang terjamin, diharapkan masyarakat mendapatkan pasokan telur yang aman dan berkualitas tinggi,” pungkasnya. (*/Sudar)

Post a Comment

0 Comments

Info terkini