Pasien Boleh Bayar Semampunya di Klinik Harapan Sehat Milik dr Yusuf, dengan Cara Ijab Kabul.


kabarprobolinggo.com - Seorang dokter menjadi sorotan masyarakat disebabkan memberi kelonggaran kepada pasien diperbolehkan membayar ongkos berobat semampunya dengan  cara di ijab kabul. Ini terjadi di klinik Harapan Sehat Cianjur Jawa Barat. Hal tersebut tak lepas dari kebijakan yang ditetapkan oleh pemilik klinik yang akrab disapa sebagai  dr Yusuf. 


Sebagai seorang dokter, Yusuf tidak bertujuan komersial. Ia  tidak memandang pasien serta klinik kesehatan sebagai ladang bisnis mencari keuntungan. Tetapi ia memandang pasien sebagai manusia yang harus diperlakukan dengan tulus dan profesional. 

Menariknya Yusuf  tidak merasa konsep yang ia terapkan akan banyak mengurangi pendapatannya sebagai tenaga medis. Sebaliknya, Yusuf merasakan keajaiban yang datang silih berganti selama menjalankan konsep tersebut. 

Melansir dari TribunJatim.com, Jumat (4/4/25), bahwa di tengah keraguan banyak pihak, Klinik Harapan Sehat yang dirintisnya sejak tahun 2008 tetap eksis bahkan terus berkembang. Bangunan tempat praktek yang dulunya hanya berukuran 3x4 meter Setelah 16 tahun beroperasi, telah berkembang menjadi gedung dua lantai. 

"Dalam matematika manusia, 10 dikurangi 11 hasilnya minus 1,tapi dalam matematika Allah, justru bisa menjadi sejuta," kata Yusuf. 

Yusuf meyakini keberlangsungan kliniknya adalah berkat doa para pasien yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan jumlah pasien mencapai 250 orang per hari, konsep ijab kabul berobat ini telah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan berbasis kemanusiaan tetap dapat berjalan, bahkan berkembang. 

Seorang pasien, Nyi Sobariah (65), mengaku terbantu dengan konsep ijab kabul, Sobariah sudah tiga kali menjalani pengobatan di klinik tersebut. Pada pekan sebelumnya, warga Desa Sukasari, Cilaku, ini bahkan menjalani rawat inap selama lima hari akibat penyakit lambungnya. Kali ini, ia kembali berobat lantaran nyeri di kakinya. 

"Seharusnya saya membayar Rp280.000. Tapi, kebetulan sedang tidak punya uang, jadi tadi saya berobat dengan ijab kabul, tanpa biaya sedikit pun," ujarnya. 

Ia mengaku bersyukur masih ada dokter yang peduli terhadap masyarakat yang kesulitan. 

"Kalau harus berobat di tempat lain, tidak sanggup. Apalagi kalau sakit datang mendadak dan sedang tidak punya uang. Jadi saya ke sini, alhamdulillah, dokternya baik, orang-orangnya juga baik," katanya dengan mata berkaca-kaca. 

Banyak sudah konsep yang  dipraktekkan dr Yusuf ini. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Ahmad Yani Cimahi ini dikenal sangat perhatian terhadap pasien kurang mampu. 

Di tahun 2019 silam, ia pernah membuat program berobat gratis dengan bayaran 10 botol plastik bekas dan mengaji satu juz Al Quran bagi yang beragama Muslim.

Yusuf juga pernah mengeluarkan program berobat gratis di kliniknya hanya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila. 

"Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat, khususnya yang tidak mampu," kata Yusuf saat ditemui Kompas.com di kliniknya, Jumat (24/05/2019) petang.

Untuk bisa mengakses program tersebut, pasien cukup mengatakan tidak mampu. Kemudian mereka

akan dipandu petugas klinik ke ruangan khusus yang telah disiapkan. 

"Untuk lagu Indonesia Raya kami lengkapi dengan audio. Setelah itu, pasien harus bisa mengucapkan Pancasila." "Setelah proses itu dilalui, pasien akan disematkan tanda mata dari kami berupa pin merah-putih."

"Untuk kemudian akan kami layani secara cuma-cuma, mulai pemeriksaanya, obatnya dan semuanya," terang Yusuf. 

"Tapi, kalau kondisi pasiennya tidak memungkinkan, bisa diwakilkan oleh keluarganya atau si pengantar pasien," ujar dia. 

"Mudah-mudahan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang maknanya sangat mendalam itu, bisa lebih meningkatkan dan menguatkan rasa nasionalisme kita," harapnya. 

Yusuf mengaku, sejak program ini digulirkan, respons masyarakat ternyata cukup tinggi. 

"Hari ini saja sudah 25 pasien yang memanfaatkan program ini,"katanya. 

Melalui program ini, pihaknya juga ingin menyampaikan pesan kepada publik jika Klinik Harapan Sehat yang dikelolanya bisa diakses oleh siapapun tanpa memandang latar belakang, suku, agama, maupun golongan. 

"Siapapun itu silahkan manfaatkan, termasuk program-program berobat gratis lainnya yang telah kami sediakan," ucapnya. 

Yusuf menyadari programnya tersebut banyak menimbulkan pro-kontra diranah publik. tetapi ia bertekad untuk tetap dan akan terus memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat. 

"Karena harapan kami cuma satu, suatu saat nanti semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, yang profesional, dan bisa terjangkau," tekad Yusuf.(*/Por)

Post a Comment

0 Comments

Info terkini